Friday, October 14, 2011

Optimisme Berlanjut, Harga SUN Indonesia Mulai Merekah

Uni Eropa beberapa waktu terakhir menunjukkan kesungguhannya dalam mengatasi krisis utangnya, hal ini berimbas pada optimisme para pelaku pasar global, kemarin setelah Presiden Komisi Uni Eropa, Jose Barroso menyerukan untuk memperkuat kondisi finansial bank-bank yang terkena dampak krisis, pemberian utang lanjutan untuk Yunani dan mempercepat program dana penyelamatan. Hal tersebut membuat sebagian besar mata uang regional mengalami penguatan diantaranya IDR dan KRW. USD/IDR sendiri kemarin diperdagangkan pada kisaran 8.870-8.930 dan ditutup menguat pada level 8.870. Terinformasi dari lantai bursa, bursa Asia masih melanjutkan penguatan, dimana indeks saham Nikkei (+0,97%), Hang Seng (+2,34%), Kospi (+0,75%) dan IHSG sendiri ditutup (+1,09%), namun berbeda kondisinya dengan Straits Times Index yang ditutup turun (-0,14%)   



Mulai menggeliatnya optimisme pelaku pasar juga tercermin dari pasar surat berharga khususnya obligasi pemerintah, beberapa harga Surat Utang Negara (SUN) yang dijadikan acuan (benchmark) terus naik. Dimana SUN benchmark (FR0053) dengan tenor 10 tahun menyentuh rekor terendahnya pada level yield 6.431% yang sebelumnya sempat mencapai level yield diatas 7%. Pertumbuhan yang positif ini merupakan sinyal akan pulihnya kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia seiring dengan ekspektasi pasar akan kondisi perekonomian global yang membaik. 

No comments:

Post a Comment